Dr. Saipul, S.Sos., M.A.P., 1123098001 and Hamberi, S.Sos., M.Si, 8819010016 (2026) ADAPTASI BUDAYA SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN IDENTITAS LOKAL KESENIAN KARUNGUT DI KOTA PALANGKA RAYA PADA ERA GLOBALISASI. Perpustakaan UMPR. (Unpublished)
|
Text
1. SURAT TUGAS PENELITIAN 2026 Saipul.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
2. LAPORAN PENELITIAN 2026 Saipul.pdf Download (781kB) |
Abstract
Kesenian Karungut merupakan salah satu bentuk sastra lisan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang secara tradisional dilantunkan dalam konteks sakral, khususnya pada upacara keagamaan Kaharingan. Namun, perkembangan zaman mendorong terjadinya adaptasi budaya yang membuat Karungut hadir dalam ruang-ruang publik seperti Car Free Day (CFD) Kota Palangka raya, Sekolah dan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi budaya Karungut berdasarkan empat skala adaptasi menurut Reyes-García, yaitu temporal, spatial, social, dan political, serta memahami strategi pelestarian dan tantangan yang dihadapi para pegiat seni Karungut dalam mempertahankan identitas budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi budaya sebagai strategi pelestarian identitas local Kesnian Karungut di Kota Palangka Raya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam terhadap pegiat seni Karungut yang aktif di kegiatan CFD Palangka Raya dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi budaya Karungut berlangsung secara dinamis melalui berbagai bentuk transformasi. Pada skala temporal, Karungut diwariskan melalui transmisi vertikal di sekolah, transmisi horizontal melalui interaksi lintas sebaya di ruang publik, dan transmisi oblique melalui peran tokoh seni sebagai panutan. Pada skala spatial, Karungut mengalami pergeseran ruang dari ranah sakral menuju pertunjukan publik dan media digital. Pada skala social, adaptasi terlihat dari tingginya apresiasi masyarakat lintas etnis dan meningkatnya keterlibatan generasi muda, meskipun inovasi seperti penggunaan keyboard menimbulkan diskursus mengenai autentisitas. Pada skala political, ditemukan bahwa dukungan pemerintah masih terbatas sehingga pelestarian Karungut lebih banyak bergantung pada inisiatif komunitas dan individu. Kesimpulannya, adaptasi budaya Karungut mencerminkan proses negosiasi antara kebutuhan mempertahankan nilai tradisi dengan tuntutan modernitas. Kegiatan CFD, ekstrakurikuler di sekolah dan penyebaran konten di media sosial terbukti menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan Karungut kepada masyarakat luas, namun keberlanjutan kesenian ini memerlukan dukungan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social Science > 300 - 309 Sociology and Anthropology > 300 Social Science > 300.6 Organization and Management 300 Social Science > 300 - 309 Sociology and Anthropology > 300 Social Science |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > S1 Ilmu Administrasi Negara |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan UMPR |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 05:48 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 05:51 |
| URI: | http://repository.umpr.ac.id/id/eprint/1031 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
