Rabiatul Adawiyah, 1123018201 and Dewina Dinda Puja Agustin, 22.71.025922 and Riyan Sapari Rizki, 23.71.026848 (2026) Formulasi dan Evaluasi Sediaan Deodoran Semprot Ekstrak Etanol Daun Kalakai (Stenochlaena palutris (Burm.f) Bedd dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak. Perpustakaan UMPR.
|
Text
1. LAPORAN PENELITIAN RABIATUL ADAWIYAH 2026.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Surat Tugas Penelitian.pdf Download (278kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan deodoran semprot yang mengandung ekstrak etanol daun kalakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd.) dengan variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif-komparatif. Ekstrak daun kalakai diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi tiga sediaan, yaitu F1 dengan konsentrasi ekstrak 10%, F2 sebesar 20%, dan F3 sebesar 25%. Evaluasi meliputi karakteristik organoleptik, pH, homogenitas, pola semprot, waktu kering, efek terhadap kain, stabilitas fisik selama penyimpanan, serta uji penerimaan menggunakan metode hedonik terhadap 30 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran semprot dengan karakteristik fisik yang baik pada beberapa parameter. Nilai pH seluruh formula berada pada rentang 6,2–6,5, diameter pola semprot berkisar 6,2–6,4 cm, waktu kering kurang dari lima menit, dan tidak ditemukan perubahan warna, kekuatan, maupun noda pada kain. Stabilitas dan homogenitas menunjukkan perbedaan antarformula. F1 mampu mempertahankan homogenitas hingga minggu kedua dan mulai menunjukkan endapan pada minggu ketiga, sedangkan F2 dan F3 telah menunjukkan endapan sejak minggu pertama. Uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan sebesar 85,20% pada F1, 86,93% pada F2, dan 87,00% pada F3, dengan F3 memperoleh tingkat penerimaan keseluruhan tertinggi. Dengan demikian, ekstrak etanol daun kalakai dapat diformulasikan dalam sediaan deodoran semprot, tetapi belum terdapat satu formula yang unggul pada seluruh parameter. F1 memiliki stabilitas fisik relatif lebih baik, F2 unggul pada penerimaan tekstur, sedangkan F3 memperoleh penerimaan keseluruhan tertinggi. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan efektivitas klinis deodoran karena tidak dilakukan pengujian efektivitas terhadap bau badan, aktivitas antibakteri terhadap mikroorganisme aksila, maupun keamanan klinis pada manusia. Kata kunci: daun kalakai; Stenochlaena palustris; ekstrak etanol; deodoran semprot; formulasi; stabilitas fisik; uji hedonik.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | 600 Technology and Applied Sciences > 610 - 619 Medical and Medicine Science > 615 Pharmacology and Therapeutics > 615.4 Practical Pharmacy 600 Technology and Applied Sciences > 660 - 669 Chemical Engineering and Related Technologies > 668 Technology of Other Organic Products > 668.5 Parfumes and Cosmetics |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Farmasi |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan UMPR |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:39 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 04:23 |
| URI: | http://repository.umpr.ac.id/id/eprint/1102 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
